Menghidupi Tema “Abide & Bear Fruit”: Refleksi dan Makna Filosofis Yubileum Emas Ke-50 GKKK Jayapura

Menapaki usia emas 50 tahun pelayanan (1976–2026), Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Jayapura mengusung tema agung “Abide & Bear Fruit”. Berakar kuat pada firman Tuhan dalam Yohanes 15:5—“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…”—tema ini bukan sekadar motto perayaan momentum lima dekade, melainkan refleksi perjalanan iman dan arah pelayanan GKKK Jayapura dari masa ke masa.

Makna pertama dari tema ini terangkum dalam pilar “Abide” (Tinggal di dalam Kristus). Secara teologis, sebagaimana ranting tidak dapat hidup atau menghasilkan buah dengan kekuatannya sendiri tanpa melekat pada pokok anggur, demikian pula keberadaan dan keberlangsungan GKKK Jayapura sepenuhnya bergantung pada persekutuan yang erat dengan Kristus. Perjalanan sejarah setengah abad—yang diawali dari perintisan sederhana melalui KKR Pdt. Peter Wongso (1972), kebaktian perdana di Toko Ujung (1973), hingga pendewasaan gereja pada 25 Desember 1976—adalah kesaksian nyata atas kesetiaan Tuhan. “Abide” mengarahkan seluruh jemaat, majelis, dan rohaniwan untuk terus berakar pada Firman Allah, dipimpin oleh Roh Kudus, dan setia menjalankan misi Kristus.

Makna kedua adalah panggilan untuk “Bear Fruit” (Berbuah Lebat). Kehidupan rohani yang intim dengan Kristus secara alami akan mewujud dalam buah-buah pertobatan, pemuridan, serta pelayanan yang nyata bagi sesama. Dari sebuah persekutuan kecil yang dihadiri 21 orang, Tuhan menumbuhkan GKKK Jayapura hingga mampu melahirkan belasan Pos Pelayanan (Pos PI) dari Arso hingga Manokwari, memelopori pelayanan pendidikan Kalam Kudus, serta mengelola Pusat Pengembangan Anak (PPA). Berbuah berarti gereja tidak hanya bertumbuh secara internal, tetapi juga memancarkan kasih Kristus dan menjadi berkat yang berdampak bagi Tanah Papua.

Filosofi agung ini tecermin sempurna dalam logo Yubileum Emas ke-50 karya Ibu Linda Sugiarto. Perpaduan angka 5 dan 0 yang dihiasi ilustrasi cabang anggur merefleksikan ikatan tak terpisahkan antara Kristus dan persekutuan umat-Nya. Angka 0 yang ditempatkan lebih tinggi dengan pancaran cahaya melambangkan bahwa kehidupan jemaat yang berbuah lebat akan memancarkan terang kemuliaan Kristus kepada dunia. Sementara itu, balutan warna emas menyimbolkan kematangan rohani, rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan, serta keteguhan iman yang tahan terhadap berbagai ujian zaman.

Memasuki usia 50 tahun, tema “Abide & Bear Fruit” mengundang seluruh jemaat GKKK Jayapura untuk memperbarui komitmen iman. Sambil mengumandangkan ucapan syukur “Ebenezer—sampai di sini TUHAN menolong kita”, GKKK Jayapura siap melangkah menyongsong masa depan dengan tetap tinggal di dalam Kristus agar terus bertumbuh, berdampak, dan menghasilkan buah yang tetap bagi kemuliaan nama Tuhan[cite: 1]. Soli Deo Gloria